Pentingnya Menjaga Kesehatan Psychological Bagi Remaja

Written by Munja on March 13, 2021 in LIP with no comments.

“Paling penting anak yang sehat psychological itu dia mampu belajar dari kegagalan,” kata Anne. Menurut psikolog, perhatian orang tua penting untuk membentuk psychological yang baik pada anak-anak. Indonesiabaik.id – Ditutupnya sekolah dan dibatalkannya berbagai aktivitas penting, banyak remaja kehilangan beberapa momen besar di kehidupan mereka — dan juga momen keseharian seperti mengobrol dengan teman dan berpartisipasi di sekolahnya.

Oleh karena itu, kami sarankan untuk membaca buku ini sebagai bekal menghadapi virus Covid-19. Pada masa pandemi ini, Anda harus meningkatkan imun tubuh supaya tidak mudah terserang virus dan bakteri. Alih-alih mengonsumsi vitamin atau obat yang mengandung bahan kimia, kami sarankan Anda mengonsumsi buah-buahan atau ramuan rempah. Buku kesehatan yang bermutu adalah buku yang ditulis oleh pakar atau praktisi kesehatan. Pasalnya, mereka sudah mempelajari ilmunya melalui pendidikan formal dan tersertifikasi di bidang kesehatan.

Dengan begitu, pelajaran bisa dipahami dengan baik dan anak akan merasa nyaman. Kesehatan mental remaja tertekan dapat ditandai dengan tidak bersemangat, nafsu makan berkurang, pola tidur terganggu, hingga kekhawatiran yang berlebihan. Pemahaman ini akan membantu mereka menerima diri secara utuh, sampai akhirnya menemukan makna hidup mereka.

Banyak hal dan kondisi yang dapat menimbulkan tekanan dalam masa remaja. Mereka berhadapkan dengan berbagai perubahan yang sedang terjadi dalam dirinya maupun goal perkembangan yang harus dicapai sesuai dengan usianya. Di pihak lain, mereka juga berhadapan dengan berbagai tantangan yang berkaitan dengan pubertas, perubahan peran sosial, dan lingkungan dalam usaha untuk mencapai kemandirian. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya, sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan hebat.

Rutter menjelaskan bahwa faktor protektif merupakan faktor yang memodifikasi, merubah, atau menjadikan respons seseorang menjadi lebih kuat menghadapi berbagai macam tantangan yang datang dari lingkungannya. Faktor protektif ini akan berinteraksi dengan faktor risiko dengan hasil akhir berupa terjadi atau tidaknya masalah perilaku atau emosi, atau gangguan psychological di kemudian hari. Terdapat tiga faktor utama yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental pada anak, yaitu keluarga, masyarakat dan pemerintah. Metode yang ditawarkan oleh psikolog anak untuk orangtua dalam membantu anak mengelola emosi demi menjaga kesehatan mentalnya. Selain itu mengenali emosi diri dan memiliki sikap peduli dengan yang lain juga dapat diperhatikan dalam kesehatan psychological. Anak yang tidak dapat mengendalikan diri saat emosi perlu diperhatikan lagi.

Pandemi juga berdampak bagi yang sudah lulus dan sedang mencari pekerjaan karena mengalami kesulitan dalam mendapat pekerjaan. Tidak bisa bertemu teman-temannya ini merupakan sejumlah dampak yang wajar dan banyak terjadi pada anak,” kata Aulia saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (20/7/20). “Hal ini untuk menunjukkan sikap percaya diri agar anak terhindar dari potensi menjadi korban bullying ,” ujarnya. Sementara itu, berdasarkan knowledge inside dari Halodoc periode Februari hingga Mei 2020, jumlah konsultasi dengan dokter jiwa terus meningkat.

Selain itu lakukan aktivitas bersama yang menyenangkan, seperti membaca buku, menggambar, mewarnai, atau bermain. Si kecil juga perlu menjalin hubungan baik dengan anggota keluarga yang lain, mulai dari kakak, adik, kakek atau neneknya. Kunci utama dalam menjaga kesehatan psychological anak adalah dengan membangun kepercayaan anak terhadap orangtua. Hal ini penting dilakukan agar anak merasa berada diposisi yang aman dan memiliki tempat untuk bersandar dan berkeluh kesah, sehingga tidak tumbuh menjadi pribadi yang insecure. [newline]Salah satu cara untuk membangun kepercayaan antara si kecil adalah dengan selalu menepati janji. Selain itu juga, berikan juga kenyamanan saat si kecil sedang ada masalah yang membuat merasa sedih atau cemas. Beri ia pelukan dan katakan kepadanya bahwa apapun yang terjadi akan selalu ada disampingnya.

Jika anak mulai kesulitan mengikuti pelajaran saat college from home, bisa jadi mereka mulai jenuh dan terganggu kesehatan mentalnya. Cobalah tanyakan perasaan anak untuk mencegah semakin parahnya perasaan stres yang sedang dihadapi. Berikut ini faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pentingnya kesehatan mental anak saat college from home.

Kesehatan mental anak adalah hal yang penting

Menurut laman Mentalhealth.gov, kesehatan psychological mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial kita. Ini juga membantu menentukan bagaimana kita menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan. Kesehatan psychological penting pada setiap tahap kehidupan, dari masa kanak-kanak dan remaja hingga dewasa. Untuk mengetahui apakah anak mengalami kejenuhan atau tidak selama faculty from residence, Anda bisa memperhatikan tanda-tanda yang ada pada anak. Tidak semua anak bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik dan nyaman, maka orang tua harus peka terhadap berbagai perubahan pada diri anak.

Kamu pasti selalu punya teman yang mendukungmu di kala susah maupun senang. Dia bisa jadi tempat untuk kamu bercerita ketika kamu butuh dukungan dan solusi. Nggak hanya teman dekat atau keluarga, sekarang juga banyak komunitas bersama psikiater yang bisa jadi tempat alternatif menenangkan pikiran. Berkaca dari kasus di atas, mimin sempat baca artikel dari VOA Indonesia. Agen Bola Online Mengutip dari artikel tersebut, Benny Prawira seorang koordinator komunitas pencegahan bunuh diri Into The Light mengatakan stigma buruk masih mengganjal di Indonesia Karena hal ini, penderita gangguan jiwa malah merasa terasing dan tidak ada harapan. Fatalnya, mereka semakin takut untuk mencari bantuan dan berujung ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Comments are closed.