Pengertian Rancangan Penelitian Beserta Penjelasannya

Posted on

BelajarOnline – Dalam proses pembuatan penelitian memang memerlukan sebuah kerangka atau rancangan yang berupa poin-poin penting dalam penyusunan laporan. Beberapa orang juga sering menyebut rancangan riset sebagai desain penelitian yang dibuat dengan tujuan mendapatkan persetujuan dari pihak tertentu seperti proposal.

Pengertian rancangan penelitian mempunyai dua makna yaitu arti sempit menyebutkan jika lingkupnya hanya meliputi proses analisis dan pengumpulan data saja. Sementara pengertian dalam arti luasnya yaitu seluruh proses terkait penelitian yang dilakukan mulai dari tahapan perencanaan sampai tersusunnya laporan.

 

Sketsa & Penjelasan Rancangan Penelitian

Pengertian Rancangan Penelitian Beserta Penjelasannya

Dalam definisi luas, kerangka penelitian umumnya menjelaskan lebih banyak hal secara menyeluruh. Sementara penjelasan ringkas yang disertakan dalam setiap poin akan sangat membantu para pembaca untuk memahaminya. Sebuah rancangan penelitian memang tidak semuanya sama persis karena disesuaikan dengan aturan masing-masing.

Tetapi umumnya meliputi judul, rumusan masalah, berlanjut ke tujuan & manfaat penelitian, adapula tinjauan pustaka, hipotesis, dan beberapa poin kerangka lainnya sampai penutup. Lalu, bagaimana penjelasan singkat dari rancangan riset tersebut? Anda bisa membaca  beberapa poin penjelasan di bawah ini.

 

Baca Juga: Contoh Instrumen Penelitian yang Biasa Digunakan Peneliti

 

1. Judul sebuah penelitian

Hampir semua tulisan selalu menyertakan judul di bagian awal tetapi tentu saja berbeda tata bahasanya. Dalam sebuah penelitian, judul difungsikan sebagai representasi singkat untuk menampilkan sekilas mengenai substansi penelitian. Walaupun diletakkan di bagian cover tetapi sebagian orang mengatakan jika penentuan judul lebih mudah dilakukan ketika laporan sudah mencapai tahap akhir yaitu penutup.

Judul memang hanya diisi oleh beberapa kata saja, tetapi Anda perlu banyak membaca tentang cara menentukan judul yang tepat dari beberapa buku maupun postingan untuk dapat membuat tatanan kata tersebut bisa menggambarkan isi penelitian.

 

2. Rumusan masalah

Perumusan masalah intinya berisi tentang masalah yang akan dibahas yang dijadikan lebih ringkas hanya dengan beberapa kalimat saja. Dalam rancangan penelitian, peneliti umumnya mulai membuat pertanyaan tentang sebuah kondisi yang akan diselesaikan.

Untuk mendapatkan ide dalam membuat rancangan masalah penelitian bisa dengan membaca banyak sumber tulisan seperti bacaan, fenomena kejadian, ataupun curhatan teman yang dipandang secara objektif.

 

Baca Juga: Definisi dan Jenis Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian

 

3. Tujuan & manfaat riset

Jawaban dari pertanyaan yang ada di halaman rumusan masalah akan masuk dalam tujuan penelitian. Sementara manfaat riset bisa dijabarkan dari keuntungan yang akan diterima sejumlah pihak terkait saat penelitian yang sedang Anda kerjakan sudah selesai. Poin bab penelitian ini tidaklah sesulit yang Anda bayangkan karena pertanyaan sudah ditentukan pada rumusan masalah.

 

4. Tinjauan pustaka dan hipotesis

Studi literatur digunakan peneliti untuk melakukan review bacaan agar terlihat lebih rasional dan tidak melenceng terhadap topik bahasan. Semakin banyak tinjuan pustaka yang Anda kumpulkan tentu saja mempermudah pengembangan tulisan untuk penelitian. Karena beberapa kasus terhentinya sebuah riset adalah karena kurangnya data literatur.

Rancangan penelitian juga mengharuskan peneliti membuat sebuah hipotesis yang umumnya menggunakan metode kuantitatif. Rumusan hipotesis sendiri dapat dicari dari hubungan antar variabel-variabel yang dikemas menjadi kesimpulan sementara.

 

Selain keempat poin yang ada di rancangan penelitian di atas, Anda juga harus menyelesaikan beberapa bab lainnya. Diantaranya yaitu penyebaran sampel dan populasi, variabel yang digunakan dalam penelitian, memberitahukan metode yang digunakan untuk pengumpulan data serta melakukan analisis baik manual maupun dengan alat komputer.

Step terakhir adalah menulis laporan secara lengkap dengan merangkai semua bab yang sudah diselesaikan. Anda harus menyesuaikan bentuk & konsep laporan sesuai permintaan instansi, misalkan penelitian skripsi maka tidak boleh dirancang seperti proposal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.