Tips Menyusun Pedoman Wawancara

Posted on

Menyusun Pedoman Wawancara Mendapatkan data untuk penelitian memiliki cara yang beragam. Salah satunya adalah melalui wawancara. Wawancara adalah proses tanya jawab secara langsung dengan narasumber yang bertujuan memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.

Mewawancarai narasumber tidak boleh sembarangan karena proses ini adalah kunci keberhasilan dalam penelitian yang dilakukan.

 

Tips Menyusun Pedoman Wawancara

Ada pedoman wawancara yang bisa dijadikan panduan agar proses wawancara tidak melenceng dari tujuan. Peneliti bisa membuat pedomannya sendiri atau mengadaptasi pedoman peneliti lain asalkan tetap disesuaikan dengan lingkup penelitiannya.

 

Tips Menyusun Pedoman Wawancara

 

Menggunakan Pedoman Wawancara Agar Wawancara Lancar

Saat wawancara, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Agar hal penting tersebut tidak terlewati, persiapan sebelum wawancara perlu dicermati dengan baik dan dilakukan dengan seoptimal mungkin.

Persiapan wawancara salah satunya meliputi pembuatan pedoman wawancara. Untuk membantu dalam wawancara, berikut akan diuraikan tips mempersiapkan pedoman untuk wawancara.

 

Baca Juga : Pengertian Rancangan Penelitian Beserta Penjelasannya

 

• Menentukan Kriteria Narasumber

Dalam penelitian dikenal dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi merupakan karakteristik umum subyek dari populasi target yang akan diteliti sedangkan kriteria eksklusi merupakan karakteristik yang menjadikan subyek dikeluarkan dari kriteria inklusi.

Menentukan kriteria narasumber sangat penting karena bertujuan mengurangi kebiasaan dalam penelitian. Sebagai contoh, kriteria narasumber biasanya meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan sebagainya. Kriteria narasumber setiap penelitian berbeda.

Oleh karena itu, peneliti harus memahami terlebih dulu mengenai penelitian yang dilakukan sehingga akan tahu dari narasumber mana informasi tersebut akan diperoleh.

 

• Menulis Daftar Narasumber Potensial

Setelah menentukan kriteria narasumber, tips menyusun pedoman wawancara selanjutnya adalah menyusun daftar narasumber potensial. Dalam wawancara, narasumber sangatlah penting.

Narasumber memiliki informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Memilih narasumber harus diperhatikan terutama untuk penelitian yang membutuhkan pengetahuan khusus.

Jika memilih narasumber secara sembarangan, wawancara bisa ‘kosong’ karena peneliti tidak bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Waktu dan tenaga juga terbuang sia-sia.

Contohnya, apabila kriteria narasumber yang dibutuhkan adalah siswa SMA, maka narasumber potensial yang bisa dihubungi adalah siswa-siswa yang bersekolah di SMA tertentu.

 

• Membuat Daftar Pertanyaan Sesederhana Mungkin

Peneliti tidak perlu menuliskan pertanyaan secara lengkap di pedoman wawancara yang dijadikan acuan. Perlu dipahami bahwa pedoman bukan berisi daftar pertanyaan melainkan hanya sebagai alat bantu dalam sesi wawancara.

Peneliti diharapkan bisa mengembangkan pertanyaannya sehingga wawancara dengan narasumber bisa lebih luwes dan santai. Apabila pertanyaan ditulis lengkap di pedoman, peneliti akan lebih sering menundukkan kepala membaca pertanyaannya daripada menatap narasumber.

Daftar pertanyaan yang dibuat juga harus sesuai dengan tujuan penelitian. Apabila tidak perlu, tidak usah menanyakan pertanyaan yang bersifat privasi atau dapat menyinggung perasaan narasumber.

 

• Menentukan Jadwal Wawancara

Narasumber tidak selamanya bisa didatangi. Masing-masing narasumber memiliki kesibukan sendiri sehingga tidak bisa terus-terusan didatangi oleh peneliti.

Untuk menyamakan waktu luang yang dimiliki, peneliti bisa menentukan jadwal wawancara yang sebelumnya telah disetujui oleh narasumber atau pihak terkait.

Dalam menentukan jadwal wawancara, prioritaskan narasumber terlebih dulu untuk memilih jadwalnya. Jika ada beberapa narasumber yang diwawancarai, jangan sampai jadwal wawancara satu narasumber dengan narasumber lain bertabrakan.

Hal ini akan mempersulit peneliti untuk mengatur jadwal. Paling tidak beri jeda beberapa jam antar jadwal wawancara.

Baca juga :

Persiapan dalam wawancara adalah tahapan sangat penting. Sehingga menyusun pedoman wawancara yang akan digunakan selama proses wawancara juga memegang peran utama. Jika pedoman yang disusun sangat baik, wawancara akan berjalan dengan lebih efektif dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.