Ekonomi Indonesia Pada Masa Pandemi Covid

Written by Munja on March 11, 2021 in LIP with no comments.

Bisnis digital atau bisnis IT menjadi salah satu dari deretan sektor usaha yang dapat menjadi peluang usaha saat Corona dan dapat bertahan dalam kondisi krisis sekalipun. Baik pada masa regular maupun saat krisis , masyarakat tetap membutuhkan jasa layanan kesehatan dan produk kesehatan sebagai salah satu kebutuhan yang krusial untuk tetap bertahan hidup. “Mari kita buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2021 ini lebih tinggi dari yang telah diperkirakan serta lapangan kerja terbuka dan kesejahteraan rakyat meningkat,” tuturnya. Menurut Direktur Institute for Development of Economics and Finance Enny Sri Hartati, dampak dari resesi yang berpotensi paling dirasakan masyarakat adalah sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan, disusul dengan jatuhnya daya beli masyarakat karena berkurangnya pendapatan. Pendapatan korporasi dan pelaku usaha juga bisa menurun lantaran berkurangnya daya beli masyarakat, kata seorang pengamat. Kebijakan Bank Indonesia menurunkan suku bunga sebesar three,5 persen pada Februari 2021, telah memberikan angin segar kepada para pelaku usaha.

Pengangguran diprediksi akan meningkat dari 8% di tahun 2019 menjadi 12% dalam skenario terparah. Keempat, belanja bantuan sosial, program cash for work, program sembako, PKH, subsidi tenaga kerja baik sektor formal maupun informal, sehingga dapat menambah daya beli kelompok berpenghasilan rendah yang selanjutnya dapat mendorong konsumsi masyarakat. Terkait daya beli masyarakat, pemerintah telah mengalokasi anggaran sebesar Rp 172,1 triliun untuk mendorong konsumsi/kemampuan daya beli masyarakat. Dana tersebut disalurkan melalui bantuan langsung tunai , Kartu Pra Kerja, pembebasan listrik, dan lain-lain.

APBN 2020 bekerja sangat keras untuk melindungi keselamatan jiwa rakyat dan perekonomian dari hantaman pandemi COVID-19,” kata Sri Mulyani. Dalam kondisi seperti ini sektor Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf harus memainkan peran yang signifikan. Kebijakan PSBB yang berdampak pada terhentinya aktivitas ekonomi, terutama pada kalangan pekerja rentan dan mustahik harus direspon dengan bijak oleh organisasi pengelola zakat dan wakaf seperti Baznas, LAZ, BWI. Pada saat wabah Covid-19 menghantam negara-negara di dunia, nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami depresiasi hingga mencapai Rp 17 ribu per 1 dolar AS.

Indonesia sudah mengalami krisis saat pandemi ini

Sementara dalam bidang ekonomi, negara-negara Asia dan Afrika bersepakat untuk meningkatkan investasi dan perdagangan yang terbuka. Maka untuk menindaklanjutinya, Asia-Afrika sepakat membentuk Asia Africa Business Council di Jakarta yang merupakan usulan dari forum Asian African Business Summit. Penetapan tanggal 24 April itu menilik pada hari terakhir pelaksanaan KAA 1955 yang menghasilkan kesepakatan Dasasila Bandung. Sementara Bandung dipilih sebagai ibu kota solidaritas Asia-Afrika karena menjadi tempat pertama kali dilaksanakannya KAA.

Sementara itu, situasi berbeda terjadi pada 2020 dimana Indonesia mengalami krisis kesehatan akibat penyebaran virus corona yang menginfeksi belasan ribu orang dan menewaskan lebih dari seribu orang hingga 12 Mei 2020. Publikasi ini memotret dampak COVID-19 terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Demak pada masa new normal. Selain menyajikan informasi terkait perilaku masyarakat, publikasi ini juga berisi tentang aktivitas belajar online dan dampak ekonomi di kalangan rumah tangga pada masa new regular Kong Slot. Adanya pandemi Covid-19 juga berdampak pada perubahan pola hidup masyarakat sehingga mengharuskan masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Masyarakat harus mampu beradaptasi menjalankan aktivitas normal namun tetap mengimplementasikan prinsip bodily distancing dan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Comments are closed.