Definisi dan Jenis Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian

Posted on

BelajarOnline – Penelitian umum dilakukan oleh para peneliti di sebuah perguruan tinggi atau lembaga. Dalam sebuah penelitian, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah teknik pengumpulan data yang menunjukkan kualitas penelitian yang dijalankan.

Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data harus tepat agar menghasilkan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan dan valid. Apabila teknik yang digunakan tidak sesuai, nilai dari hasil penelitian akan berkurang karena kevalidan dari hasil penelitian perlu dipertanyakan kebenarannya.

 

Mendapatkan Hasil Valid dengan Teknik Pengumpulan Data yang Benar

Definisi dan Jenis Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian
Pengumpulan Data

Dalam pengetahuan dikenal istilah penelitian. Penelitian merupakan proses untuk mencari, membuktikan, atau mengembangkan sesuatu. Untuk mendapatkan hasil diperlukan data-data yang mendukung. Data-data tersebut dikumpulkan dari sumber-sumber valid yang selanjutnya akan dianalisis dan diperoleh sebuah kesimpulan.

Teknik pengumpulan data bermacam-macam menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dari penelitian yang sedang dilakukan. Dari segi caranya, terdapat 4 jenis teknik yang dapat diterapkan untuk mengumpulkan data. Berikut adalah penjelasan terkait keempat jenis teknik untuk mengumpulkan data.

Baca Juga: Contoh Manfaat Penelitian Secara Teoritis dan Praktis

1. Angket

Memperoleh data dengan menggunakan angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan tertulis kepada responden. Teknik ini sesuai apabila peneliti membutuhkan data dalam jumlah banyak. Dalam 1 angket bisa memuat banyak pertanyaan. Pertanyaan yang tertulis dalam angket harus dapat menggambarkan tujuan dari penelitian. Maka hal yang perlu dilakukan adalah mengetahui variabel yang akan diukur dan jumlah responden yang dibutuhkan.

Kelebihan Metode Angket
  • Jawaban dari responden akan lebih objektif sebab koresponden kurang memperoleh pengaruh pihak luar
  • Data yang di dapat menjadi lebih sistematis sebab pertanyaan bisa disusun terlebih dahulu
  • Responden akan mendapatkan kesempatan berfikir secara bebas maka jawaban responden akan lebih matang dan mendalam
  • Responden memiliki keberanian dalam menjawab pertanyaan sebab pada umumnya angket bersifat anonim

2. Wawancara

Wawancara atau interview adalah teknik yang menggunakan komunikasi secara langsung dengan narasumber untuk mendapatkan informasi melalui tanya jawab. Wawancara digunakan dalam penelitian kualitatif. Dengan menggunakan teknik wawancara, peneliti dapat mendapatkan informasi yang mendalam. Wawancara dapat dilakukan bersama 1 atau lebih narasumber tergantung kebutuhannya.

Terdapat 2 jenis teknik wawancara, yaitu wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Perbedaannya terletak pada teknis selama mewawancarai narasumber.

Wawancara Terstruktur
Didalam wawancara terstruktut ini peneliti sudah menyiapkan pertanyaan apa saja yang harus ditanyakan dan peneliti sudah menyiapkan alternatif jawaban
Wawancara Tidak terstruktur
Didalam wawancara tidal terstruktut ini peneliti hanya menyiapkan pedoman garis besarnya saja. Pertanyaan yang dilontarkan peneliti bersifat pertanyaan terbuka.

Baca Juga : Mengenal Macam-Macam dan Contoh Metode Penelitian

3. Observasi

Apabila untuk memperoleh data dalam penelitian yang perlakuannya bukan karena campur tangan peneliti tetapi semata-mata karena kejadian alami, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Dari proses perolehan data, teknik observasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan perubahan waktu dan berdasarkan sebab akibat. Dalam sebuah penelitian dapat menggunakan 2 teknik observasi secara bersamaan.

Contoh Observasi
Contoh teknik observasi berdasarkan perubahan waktu antara lain cross-sectional, longitudinal, dan time series sedangkan berdasarkan sebab akibat antara lain COHORT dan TROHOC. Salah satu penelitian menggunakan teknik observasi yang terkenal adalah penelitian Framingham yang meneliti pola hidup terhadap perkembangan penyakit jantung.

4. Eksperimen

Lawan dari observasi adalah eksperimen. Perlakuan diberikan secara sengaja oleh peneliti. Eksperimen dilakukan untuk melihat adanya hubungan antara sebab dan akibat. Ciri khas eksperimen adalah dilakukan pada sistem tertutup sehingga data yang akan diperoleh tidak terpengaruh banyak variabel.

Agar hasil yang diperoleh bisa dipertanggungjawabkan, penelitian yang menggunakan teknik eksperimen harus divalidasi. Jenis teknik eksperimen ada bermacam-macam, antara lain praeksperimental, eksperimen sejati, dan eksperimen quasi. Teknik ini identik dengan hasil berupa angka.

 

Itulah 4 jenis teknik pengumpulan data dalam sebuah penelitian. Untuk memperoleh hasil yang benar, perlu direncanakan teknik mana yang akan digunakan secara matang. Teknik yang benar akan memberikan hasil yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.