Apa Itu Cyberbullying Dan Bagaimana Menghentikannya?

Written by Munja on March 5, 2021 in LIP with no comments.

Kemampuan beradaptasi membuat si Kecil bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang ditandai dengan kemunculan perangkat dan aplikasi digital yang semakin canggih, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya. Apabila anak sudah dalam tahap kecanduan game, mereka akan melakukan segala cara untuk bisa bermain recreation. Akibatnya, banyak anak yang tidak fokus ketika menyerap pelajaran di kelas, malas belajar, hingga berani bolos sekolah. Berbagai hal tersebut berujung pada penurunan prestasi akademik anak di sekolah. Anak usia di bawah 2 tahun disarankan sama sekali tidak diberi akses pada gadget.

Cara agar anak tidak ketagihan alat elektronik

Tanpa pengawasan, anak bisa mendapatkan dampak buruk dari pihak-pihak dengan maksud jahat. Selain itu, tontonan tidak mendidik juga menjadi penyebab utama anak memiliki kebiasaan kurang baik, seperti senang memukul, berteriak, atau membanngkang. Ketika anak sudah mulai terobsesi dengan gadget, mereka akan memberikan reaksi berlebihan saat alat elektronik kesayangannya dijauhkan. Sebelum anak mengalami hal ini, sangat penting untuk mengatur durasi dan membuat peraturan terkait penggunaan gadget.

Mereka biasa mengakses internet untuk hiburan, maupun sebagai sarana untuk mengerjakan tugas sekolah mereka. Di zaman yang serba modern ini, teknologi gadget mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dari awal kemunculannya yang hanya sebatas alat untuk telepon, kini gadget berubah menjadi seakan-akan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Alat ini terus berkembang untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas sehari-hari. Seperti ungkapan “sosmed menjauhkan yang dekat,” memang demikian kebenarannya.

Jika benar-benar diperlukan, anak usia di atas 1,5 tahun dapat mengakses gadget dengan didampingi orang tua dan tidak lebih dari 1 jam per hari. Ini akan menjadi pelajaran bagi anak, bahwa tidak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk bermain gadget. Jadi orang tua perlu menentukan strategi yang tepat untuk memperkenalkan gadget pada anak. Seiring dengan itu, orangtua juga harus mengatur jadwal anak untuk tidur dan beraktivitas fisik. Selain mencoba cara-cara di atas, Smart Parents harus mengomunikasikan pada anak mengenai pembatasan penggunaan gadget yang akan Anda terapkan. Sebab, anak pun harus mengerti mengapa Anda melakukan pembatasan tersebut dan dampak yang bisa terjadi jika mereka dibiarkan bermain gadget secara berlebihan.

Oleh karena itu, orangtua harus bersikap bijak dan sebaiknya tidak memberikan koneksi internet pada waktu si kecil menggunakan gadget. Keseruan yang ditawarkan saat bermain recreation sangat jauh berbeda dengan hari-hari yang dilalui anak ketika menuntut ilmu di sekolah. Ya, jika di sekolah umumnya anak-anak merasa bosan dan tertekan, lain halnya ketika mereka bermain game. Jadi jangan hanya menyalahkan anak karena kecanduan gadget, Link Kong4D karena Moms juga perlu terus berinisiatif untuk memberikan interaksi dan stimulasi yang dibutuhkan oleh anak. Meski terkesan lebih praktis dan interaktif, hal ini sebenarnya tidak baik untuk otak anak, karena berisiko membuatnya malas berimajinasi atau berpikir sehingga akan berpengaruh pada kemampuannya belajar saat masuk sekolah. Kemampuan untuk berempati sangat tergantung pada perkembangan suatu bagian otak yang dibentuk dengan interaksi sosial antar manusia.

Comments are closed.