26 Gerai Big Supermarket Tutup, Ini Alasannya

Written by Munja on March 21, 2021 in LIP with no comments.

Produk makanan dan sabun pencuci piring, misalnya, mendapat diskon 5% sampai 10%, sedangkan perabot rumah tangga dan alat tulis diskon 25%. Seorang pengunjung, Fajar , mengaku terkejut dengan rencana penutupan gerai tersebut. Ia mengatakan sempat membaca bahwa penutupan terjadi karena gerai bangkrut.

Juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket,” kata dia belum lama ini. Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall mengatakan, sebagai bagian dari fokus baru ini, PT Hero Supermarket Tbk akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan. Terkini.id, Jakarta – Giant resmi pamit dari Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Sekadar diketahui, Hero akan mengubah setidaknya lima gerai Giant menjadi IKEA untuk memperluas pelayanan pelanggan. Sebagai informasi, Hero akan mengubah setidaknya lima gerai Giant menjadi IKEA untuk memperluas pelayanan pelanggan. Terlihat dari luar bagian dalam toko terdapat beberapa rak ditumpuk di tumpuk di tengah toko. Sejumlah barang lainnya juga diletakkan tidak jauh dari pintu masuk sehingga lebih mudah saat akan dipak atau diangkut ke mobil dibereskan. Dari pantauan dilapangan, sejumlah pengunjung yang datang hendak belanja dengan harapan bisa memborong produk murah jelang tutup akhirnya kecewa dan harus pulang karena ternyata sudah tutup. Berdasarkan arsip Investor Daily pada Desember 2020, investasi yang disebutkan oleh Patrick adalah keinginan menggenjot penjualan dari toko offline dengan membuka dua gerai baru untuk melengkapi penjualan melalui e-commerce yang sedang bertumbuh pesat.

Supermarket Giant tutup toko

Sementara di sisi lain, upaya perseroan mengalihkan lima gerai Giant untuk kehadiran toko IKEA dan beberapa gerai lainnya untuk Hero Supermarket dinilai Roy cukup masuk akal. Pasalnya, tren berbelanja di supermarket Situs Judi Slot maupun specialty store cenderung masih bagus. Dari sisi kinerja keuangan, hypermarket sedang lesu semakin mempersulit persaingan dengan minimarket.

Meski begitu, Giant berkomitmen untuk memperlakukan karyawan secara adil. Untuk memenuhi harapan pelanggan sekaligus mampu bertahan dalam persaingan mereka akan mengembangkan strategi jangka panjang. ” Rencana ini diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” kata dia. Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk, Dicky Risbianto mengatakan penutupan supermarket Giant di Margo City karena pembeli sepi, dampak dari pandemi COVID-19.

Direktur Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan, perseroan tidak akan melakukan penutupan secara permanen atas gerai-gerai tersebut, melainkan sifatnya penataan ulang toko dan renovasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Giant dapat memenuhi preferensi para pelanggan yang terus berkembang. “Semuanya akan mengarah pada bisnis yang lebih berkelanjutan dan lebih kuat di masa mendatang,” jelasnya dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/2).

Penguatan proposisi pelanggan dalam bisnis makanan itu akan dibarengi dengan terus mengembangkan lini bisnis perseroan lainya, seperti kesehatan dan kecantikan, yakni Guardian dan IKEA yang tetap berjalan dengan baik. Selain itu, Hadrianus menambahkan, strategi ini bagian dari antisipasi atas persaingan bisnis ritel makanan yang kian ketat. Pandemi ini juga menjadi alasan perseroan untuk melakukan penataan ulang, sejalan dengan beragam pembatasan sosial yang mengubah perilaku berbelanja disertai dengan permintaan produk yang berbeda.

Giant Ekspres terus menawarkan produk segar, kebutuhan sehari-hari, dan barang-barang rumah tangga. Tiga merek dagang tersebut dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant. Patrik menjelaskan bahwa HERO Group bakal memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant. KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM — PT Hero Supermarket Tbk selaku pengelola Giant memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia per 1 Agustus 2021.

Diskon yang ditawarkan bervariasi namun menggiurkan, sebanyak 5-30 persen untuk beberapa jenis produk. ”Perseroan tetap berkomitmen untuk menjadi pemimpin pasar dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang di Indonesia,” ucapnya. Dituturkannya, Hero Supermarket juga mengambil tindakan penataan ulang toko untuk memastikan Giant memenuhi preferensi pelanggan yang terus berkembang, bukan hanya berarti menutup beberapa toko. “Dalam kurun waktu dua tahun, kami menargetkan akan menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA kami dibanding tahun 2020, serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir tahun 2022,” tambahnya. Tahun ini pemerintah mengalokasikan bantuan tunai UMKM Rp 1,2 juta per penerima. Mengantisipasi hal tersebut, perusahaan akhirnya mengambil langkah menstransformasi ulang bisnis supermarket Giant untuk memenuhi preferensi pelanggan yang terus berkembang.

Target konsumen untuk tipe ini ialah masyarakat yang mengutamakan efisiensi serta kenyamanan berbelanja. Dalam keterangan resminya, perseroan menegaskan bila pihaknya akan fokus investasi terhadap tiga merek antara lain IKEA, Guardian dan Hero Supermarket. Selain itu, menurut Alphonsus daya beli masyarakat juga masih melemah sebagai dampak pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir, sehingga masyarakat cenderung membatasi belanja kebutuhan mereka. Adapun di media sosial ramai diperbincangkan mengenai penutupan gerai Giant tersebut.

Comments are closed.