Rsup Dr. M. Djamil Padang

Selama penanganan Covid-19, ada banyak cara persuasif yang dilakukan agar OTG itu mau berobat ke rumah sakit. Di antaranya dengan melibatkan RT, RW dan tokoh masyarakat yang ada di sekitar daerah setempat. SURABAYA – Para petugas medis Dinas Kesehatan Kota Surabaya harus bersusah payah menangani warga yang terjangkit Covid-19.

Virus juga dapat menyebar karena menyentuh benda yang telah terpapar virus. Para ahli memperkirakan satu orang sakit dapat menulari 2-3 orang lainnya. Bila kondisi Anda memburuk, khususnya dengan demam tinggi dan sesak napas, segera telephon atau pergi ke sarana kesehatan setempat. Anak-anak tetap tinggal di rumah dan orang yang mengantar Anda cukup 1-2 saudara atau kerabat saja. Selalu jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain termasuk di sarana kesehatan dan sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%). Fasilitas kesehatan harus diutamakan bagi orang-orang yang berisiko mengalami gejala parah atau kebutuhan pengobatan serius lainnya.

Saat ini, tidak ada cukup bukti untuk menyarankan atau mencegah penggunaan masker oleh orang sehat di masyarakat. Namun, WHO secara aktif terus mengikuti pengetahuan yang terus berubah mengenai penggunaan masker dan terus memperbarui panduannya. Meskipun beberapa pengobatan barat, tradisional, maupun buatan rumahan dapat meringankan dan mengurangi gejala ringan COVID-19, tidak ada obat yang terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19. WHO tidak merekomendasikan tindakan mengobati diri sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, untuk mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Namun, beberapa uji klinis sedang berlangsung atas obat-obatan barat maupun tradisional.

Saran bagi lansia yang terkena Covid

Namun WHO menyarankan agar membatasi atau mengurangi menonton, membaca, dan mendengarkan berita yang membuat Anda cemas dan gelisah. Selain itu, penting untuk mencari informasi dari sumber-sumber yang terpercaya, terutama informasi terkait cara melindungi keluarga Anda. Karenanya, misal Anda dapat mencari berita terbaru sekali atau dua kali saja dalam sehari. Antibiotik tidak efektif melawan virus; antibiotik hanya efektif melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak efektif melawan COVID-19. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai upaya pencegahan atau pengobatan COVID-19.

Saat masa pandemi begitupun di period new regular, mereka harus tetap berada di rumah karena termasuk kelompok yang sangat rentan terpapar Covid-19. Oleh karena itu, Kemen PPPA dapat menjadikan ini sebagai momentum untuk menyosialisasikan Gerakan Sayangi Lansia secara lebih masif,” ujar Linda Amalia Sari Gumelar. Jakarta (22/06) – Pandemi Covid-19 ini menjadi ‘blessing’ bagi para lanjut usia .

Hasil Susenas 2019, menunjukkan hampir seperempat lansia merokok, baik merokok elektrik maupun tembakau. Dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan, hampir semua fungsi organ dan gerak menurun, diikuti dengan menurunnya imunitas sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan Deposit pulsa mengapa orang lanjut usia rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh virus Sars-Cov-2. Sistem imun yang sudah melemah ditambah adanya penyakit kronis dapat meningkatkan risiko COVID-19 pada lansia, baik risiko terjadinya infeksi virus Corona maupun risiko virus ini untuk menimbulkan gangguan yang parah, bahkan kematian.

Sebagai penyakit baru, banyak yang belum diketahui tentang pandemi COVID-19. Terlebih manusia cenderung takut pada sesuatu yang belum diketahui dan lebih mudah menghubungkan rasa takut pada “kelompok yang berbeda/lain”. Inilah yang menyebabkan munculnya stigma sosial dan diskriminasi terhadap etnis tertentu dan juga orang yang dianggap mempunyai hubungan dengan virus ini.

Center for Disease Control and Prevention membagikan informasi yang perlu diketahui mereka yang merawat atau menjalani keseharian dengan lansia. “Untuk sekolah-sekolah yang siswanya masih anak-anak sekali seperti TK dan SD belum ada otonomi sifat diberitahu, melihat temannya lari mereka mau ikut, sulit dikontrol dan belum memiliki kesadaran yang cukup,” ungkap dr. Hermawan. Oleh sebab itu, dukungan praktis dan emosional dari keluarga terdekatnya, tentu akan sangat membantu untuk menenangkannya. Selain itu, Anda juga bisa berbagi fakta sederhana tentang apa yang terjadi dan memberikan informasi yang jelas, terkait cara-cara mengurangi risiko infeksi dalam kata-kata yang mudah dipahami. Lalu bila Anda adalah seorang tenaga medis, cobalah untuk mengapresiasi diri bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik menangani pandemi ini.

Ia juga meyakini vaksin Covid-19, menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan imun tubuhnya sehingga terhindar dari paparan Covid-19. Selain itu, diyakini vaksin Covid-19 halal dan aman bagi lansia karena hal tersebut telah diuji oleh bpom dan mui serta sejauh ini tidak ada satupun lansia yang mengalami KIPI kategori berat pasca disuntik vaksin Covid-19. Salah seorang peserta vaksinasi lansia, Saiful Bahri mengakatakan keinginannya untuk mengikuti kegiatan vaksinasi karena hasil edukasi dari anaknya yang juga merupakan salah seorang petugas medis di RSUP M Djamil Padang. Syamsul menjelaskan penularan virus Corona akan mudah terjadi melalui droplet di udara dari bersin atau batuk seorang penderita. “Berikutnya, soal perceived severity atau aspek yang memuat faktor menyebabkan penyakit Covid-19 merupakan penyakit yang serius.