7 Hal Yang Wajib Orangtua Lakukan Untuk Kesehatan Psychological Anak

Written by Munja on March 14, 2021 in LIP with no comments.

Makanan yang baik dikonsumsi saat college from home adalah buah-buahan, sayuran, daging, kacang-kacangan, susu, serta makanan laut. Berikan anak suplemen Omega-3 untuk menunjang daya tahan tubuh dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi. Demikianlah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental anak di tengah pandemi COVID-19. Selain itu, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini, Anda juga dapat melindungi kesehatan keluarga dengan memiliki asuransi kesehatan.

Cara ini dapat membuat seseorang lebih tabah dalam menghadapi masalah, terutama jika bisa membantu seseorang yang memiliki masalah lebih berat dari yang dialaminya. Kesehatan psychological yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari Agen Bola Online dan menghargai orang lain di sekitar. CDC melihat ketidakamanan dalam konteks ekonomi sering kali dikaitkan dengan prestasi akademik dan hasil kesehatan yang buruk. Tak hanya itu, CDC juga melihat ini berpengaruh pada kemampuan untuk secara konsisten mengakses aspek kesejahteraan, bahkan meningkatkan risiko paparan kekerasan.

Penelitian terkini yang dilakukan oleh Smantha Brooks dan rekan menemukan bahwa post-traumatic stress symptom muncul 28-34%, serta ketakutan sebanyak 20% dari subjek penelitian selama menjalani karantina di rumah. Masalah kesehatan psychological lain yang muncul diantaranya depresi,kehilangan temper, mudah tersinggung, insomnia, kemarahan, dan kelelahan secara emosi. Permasalahan tersebut tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa, namun juga dapat terjadi pada anak-anak. Aspek yang paling umum terjadi adalah bagaimana seorang anak memiliki keterbatasan dalam mengatasi stres.

Kesehatan mental anak adalah hal yang penting

Kamu bisa tetapterhubungdengan mereka dengan melakukanconference callkeluarga atau “nongkronglive” bareng teman sambil melakukan kegiatan, seperti makan siang bareng, ngopi bareng, belajar bareng, atau bahkan olahraga bareng. Kita juga perlumembatasi diridari paparan berita dan media sosial yang dipenuhi oleh informasi seputar COVID-19. Karena membaca atau melihat banyak berita menyedihkan dan menakutkan seputar COVID-19 akan membuat kita semakin putus asa, stress, bahkan depresi. Pastikan si kecil selalu menerapkan pola hidup yang sehat agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.

Terutama untuk kelompok-kelompok risiko tinggi seperti orang tua atau manula, orang dengan penyakit penyerta akut , ibu hamil dan menyusui maupun anak anak. Mereka ini, terutama kelompok manula dan dan anak-anak, hidup dalam situasi ketidakpastian, dimana pada fase dan kondisi tertentu dapat menimbulkan ganguan psikologi. Menurut Konvensi, anak adalah individu yang memiliki haknya sendiri bukan kepemilikan orangtua mereka. Konvensi ini banyak mengubah kehidupan anak diseluruh dunia dan mengilhami pemerintah untuk membuat kebijakan mengenai kesehatan, perkembangan, daya tahan hidup, kekerasan dan eksploitasi yang terjadi pada anak. Hak anak dirayakan untuk menyadarkan kepada seluruh kalangan masyarakat bahwa masih banyak pelanggaran hak dan pelaksanaan hukum mengenai hak anak di dunia.

Orang tua hendaknya menyadari banyak tentang perubahan fisik maupun psikis yang akan dialami remaja. Nilai-nilai agama yang ditanamkan orang tua kepada anaknya sejak dini merupakan bekal dan benteng mereka untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Agar kelak remaja dapat membentuk rencana hidup mandiri, disiplin dan bertanggung jawab, orang tua perlu menanamkan arti penting dari pendidikan dan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah, di luar sekolah serta di dalam keluarga. Perilaku berisiko tinggi yang dilakukan remaja perlu dicermati dengan bijaksana karena di satu pihak dapat merupakan perilaku sesaat tapi juga dapat pula merupakan pola perilaku yan terus menerus yang dapat membahayakan diri, orang lain maupun lingkungan. Untuk itu diperlukan suatu cara pendekatan yang komprehensif dari semua pihak baik orang tua, guru maupun masyarakat sekitar agar memahami perkembangan jiwa remaja dengan harapan masalah remaja dapat tertanggulangi. Faktor protektif merupakan faktor yang memberikan penjelasan bahwa tidak semua remaja yang mempunyai faktor risiko akan mengalami masalah perilaku atau emosi, atau mengalami gangguan jiwa tertentu.

Hal ini justru bisa berakibat menumpuknya perasaan stres dari kedua belah pihak. Penting juga bagi Anda, sebagai orang tua, untuk menjaga rutinitas anak. Meskipun aktivitas anak berkurang akibat pandemi, sebaiknya Anda mencari cara apa saja yang bisa dilakukan di rumah agar dapat membantu anak merasa lebih tenang. Di samping bermain dengan orangtua, anak juga memerlukan berinteraksi dengan anak seusianya. Bermain dengan teman sebaya akan membantu anak mengenali kelemahan dan kelebihan pada dirinya, serta belajar untuk hidup berdampingan dengan orang lain.

Menurut Anne, kesehatan psychological anak menjadi bagian penting yang harus diperhatikan karena ini akan mempengaruhi kehidupan sosial mereka. Anak yang terjaga mentalnya dapat mengatasi emosi yang sedang dihadapi. Mereka tidak akan mudah bosan karena mengetahui cara membuat perasaan kembali senang. Selain itu, anak yang sehat dapat berempati dan mengenali emosi yang dirasakan oleh orang lain, serta mampu belajar dari kegagalan. Misalnya, sediakan waktu bermain bersama anak secara rutin, atau bahkan rencana berolahraga di rumah agar kondisi kesehatan anak tetap terjaga. Selain itu, Anda juga bisa mengatur waktu makan dan tidur anak secara teratur untuk membuat anak-anak tetap ceria dan sehat saat beraktivitas.

Oleh karena itu anak-anak membutuhkan dorongan semangat baik dari guru maupun temannya meskipun hanya lewat on-line, hingga PJJ tetap menyenangkan jika anak-anak memiliki teman pendamping belajar. Melihat hal tersebut, sejak 2020 Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyepakati nota kesepahaman dengan Yayasan Pulih terkait program pendampingan kesehatan psychological bagi mahasiswa Jentera. Dengan kerja sama tersebut, mahasiswa Jentera diharapkan bisa memiliki saluran alternatif untuk membagi perasaannya sebelum terlanjur menjadi parah dan mengganggu kesehatan mental. Suasana faculty from residence yang monoton akan membuat anak cepat bosan dan tidak dapat menangkap materi dengan baik. Ketika anak mulai jenuh, Anda bisa mengajak mereka beristirahat sebentar sembari menyanyi bersama atau olahraga ringan.

Comments are closed.